Kronologi Pegawai Bank Bersekongkol , Untuk Menbobol Rekening Ilham Bintang


Rajanusantara - Polisi akhirnya menangkap tersangka pembobol rekening wartawan senior Ilham Bintang. Ada delapan tersangka yang dipamerkan polisi hari ini, 2 di antaranya wanita.

Modus yang dilakukan para tersangka ini terbilang rapi dan sistematis. Setiap tersangka punya peran masing-masing.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut awalnya polisi menangkap tersangka D yang juga sebagai otak dari kejahatan ini. D ditangkap di kediamannya di Palembang, Sumatera Selatan.

D adalah otak dan bos dari sindikat ini. Dia membeli data nasabah bank dan slip OJK untuk mengetahui data korban yang akan dijadikan target. D mendapatkan data dari tersangka H yang bekerja di salah satu bank BPR di Jakarta.

Polisi kemudian menangkap tersangka R dan HN yang punya peran membantu H untuk menyiapkan data-data tersebut.
Setelah mendapatkan data-data itu, D kemudian meminta tersangka lain, yaitu W, AY, dan TR, di Jakarta untuk menduplikat SIM card korban. Mereka kemudian datang ke gerai Indosat yang ada di Jakarta.
Tersangka lain berinisial JW bertugas membuat KTP palsu atas nama Ilham Bintang dengan foto orang lain. Tersangka W, AY, dan TR di gerai Indosat membuat SIM card dengan data korban. Sementara D terus memastikan nomor handphone Ilham Bintang dalam keadaan mati untuk memuluskan rencana pembuatan kartu SIM baru. 
Rencana itu berhasil karena Ilham Bintang sedang berada di luar negeri dan HP-nya dalam keadaan mati.
Setelah berhasil menduplikat nomor handphone korban, para tersangka kemudian membobol e-mail serta mengganti password-nya, termasuk kode m-banking milik korban. Tersangka D yang berlokasi di Palembang langsung beraksi menguras uang tersangka.
"Setelah e-mail terbuka keluarlah data Bank BNI dan Commonwealth yang dilaporkan Ilham Bintang kalau 2 rekening beliau habis terkuras. Kerugian total dari Commonwealth Rp 200 juta lebih, BNI Rp 83 juta. Dari BNI sudah mengembalikan sebanyak Rp 83 juta ke korban, yang dari Commonwealth kami belum dengar kabar sampai saat ini," papar Yusri.

Bukan Hanya Data Ilham Bintang yang Dijual

Tersangka H diketahui bekerja di salah satu bank di Jakarta, yaitu Bank Bintara Pratama Sejahtera. H menjual data-data tersebut seharga Rp 100 ribu per satu data. Data yang dijual berisi nama, nomor telepon, alamat, hingga jumlah uang di dalam rekening.
Panit 2 Subdit 4 Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Hendro Sukmoro mengatakan H bukan hanya sekali melakukan kejahatan ini. H tercatat sudah melakukan aksinya selama 1 tahun terakhir.
"Dia jual sejak Januari 2019. Dia jual dulu dari Januari sampai Desember 2019 dia jual Rp 100 ribu (per satu data). Per 6 Januari dia jual Rp 75 ribu," kata Hendro.
Dalam satu hari, H bisa menjual hingga 50 data. Sepanjang Januari 2019 sampai Februari 2020 H bisa mengumpulkan ratusan juta dari aksi jahatnya itu Rp 500 juta.
Sementara itu, tersangka D alias Desar (28) yang merupakan otak dari perilaku kriminal ini sudah 2 tahun menjalankan aksinya sebanyak 19 kali dengan keuntungan mencapai Rp 1 miliar.
Seperti diketahui, Ilham Bintang melaporkan kasus pembobolan ponsel dan rekening ke Polda Metro Jaya pada 17 Januari 2020. Polisi mengusutnya hingga menangkap 8 tersangka itu. Para tersangka memiliki peran masing-masing dari otak perencanaan, membuat SIM card korban, membuat KTP palsu korban, hingga menguras uang Ilham Bintang yang diketahui mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.